Halaman

Tampilkan postingan dengan label iTrip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iTrip. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

Pulau Peucang Ujung Kulon Trip 2015 Day 2

Hari kedua trip Explore Ujung Kulon 2015 dimulai dengan sunrise. Dari pantai dekat dermaga kita bisa menikmati sunrise sambil bermain-main di pantai. Itinerary selanjutnya adalah kita dibawa dengan kapal menuju pulau Handeleum dimana canoe-canoe yang akan kita naiki untuk mengarungi muara sungai Cigenter berada.




Canoe saya diisi oleh saya, 1 orang pemandu dan 3 orang lainnya. Untuk memasuki sungai Cigenter kita harus mendayung menuju ke muara dan melawan arus air sungai yang mengarah ke laut. Sempet takut si perahu kecil itu terbalik, dan ternyata air tetap masuk ke canoe karena gelombang.

Sungai Cigenter dikelillingi oleh mangrove karena itu airnya dingin dan alamnya terasa sejuk. Baliknya canoe kita nebeng dengan kapal yang bermesin (tapi harus pegangan kuat-kuat sama kapal itu) namun akhirnya lepas juga (sekuat apapun kita memegang *sigh *lohkokcurhat?) dan kami pun harus dayung canoe itu lagi. Ternyata cape juga *beneran dayung.

Setelah itu kami pun makan siang, dan berlayar langsung menuju ke dermaga Taman Jaya dimana bis untuk pulang ke Jakarta sudah menunggu. Perjalanan yang menyenangkan dengan teman-teman baru, semua punya spirit dan semangat traveler yang asik dan seru-seruan. *walaupun trip merupakan bagian dari pekerjaan tapi tim Blibur juga sambil menikmati. Terima kasih Blibur, teman-teman dari tim Blibur, teman-teman Blogger, dan para pemenang kuis yang udah mau diajak bertualang bersama hehe sampai jumpa di lain kesempatan!

Terinspirasi dari film Chef, saya bikin blinking video, yaitu video gabungan dari video-video pendek (1-3 detik), jangan lupa play ya supaya makin berasa suasana, pengalaman, dan keindahan alam Ujung Kulon :)




Thanks for reading!


Rabu, 03 April 2013

Singapore 3D2N Itinerary Wisata Singapur

Bombardir tiket murah dari berbagai budget airlines rute Jakarta-Singapura akhirnya membuat saya menginjakan kaki disana untuk pertama kalinya, bersama dua orang teman saya Lala dan Cacil.

Berikut catatan perjalanan singkat saya selama 3 hari 2 malam di Singapura, karena biaya hidup di Singapore yang cukup mahal dan budget yang cuma Rp. 2 juta + tiket bikin kita harus travelling secara efektif. Backpacker Budget Singapore Trip.



DAY 1

Berbekal tas ransel dipunggung, cukup untuk 3 hari (karena tiket pesawat murah biasanya tanpa bagasi) kami pun berangkat pagi dari bandara Soekarno Hatta. Setibanya di Singapur kami langsung cari MRT station di Changi Airport dan beli EZ Link Card (biar gak ribet beli-beli one way ticket) karena setelah riset antara EZ Link dan Tourist Pass, saya merasa EZ Link lebih fair, kita bayar apa yang kita pake, lagian masa berlaku kartu EZ Link itu 5 tahun, bakalan bisa diisi (top-up) dan dipake lagi kalo kita pergi ke Singapur ataupun sekedar transit. Sedangkan Tourist Pass kartunya gak bisa dibawa, boleh kita bawa tapi uang deposit melayang.
Tujuan kami selanjutnya adalah ke hostel yang udah kami booking (Woke Home Capsule Hostel). Woke Home memiliki konsep tempat tidur berbentuk kapsul. Kecil cuma buat tidur doang. Karena penasaran pengen nyobain dan pada waktu itu booking lewat booking.com lagi diskon ( @20sgd permalam include breakfast *murah jika dibanding dengan capsule hostel lainnya), pertimbangan hostel yang gak campur cewe-cowo dan lokasinya yang strategis di daerah Clarke Quay kita pun booking untuk 3 orang 2 malam. Perjalanan dari Changi menuju Clarke Quay cukup lama juga, dan kita jadi turis diantara citizen Singapore yang lagi commute.
Sampe di hostel waktu itu sudah menjelang sore. Setelah check in, naro barang di loker, kita pun lanjut cari makan sekalian mau COD tiket USS (sebelumnya saya udah browsing di kaskus dan yang paling cocok dihati sama sis Fransiska karena COD langsung di Singapore, tiket pasti issued, open date, dan dalam bentuk fisik. RECOMMENDED! *karena puas saya bantu promosiin ya sis :p) Lokasi COD di MRT Orchard, karena sudah menjelang makan malam kita pun makan dulu di ION foodcourt dan muter2 didalem Mall sekitaran Orchard untuk belanja dan liat-liat Uniqlo, Rubi, dll


Setelah selesai COD, kita lanjut mau nonton pertunjukan gratis Spectacular Light and Water Show di Marina Bay Sands. Jadwalnya setiap hari pukul 8.30 pm dan 9 pm. Untuk weekend ada jadwal tambahan yaitu pukul 11 pm. Silahkan cek ulang atau googling ya. Lumayan nonton show yang gratisan aja.


Setelah show selesai kita strolling the night, jalan di Helix Bridge.


DAY 2

Pagi-pagi kita mampir sebentar ke IKEA Alexandra sebelum berlanjut ke USS. 


Karena menurut pengalaman Lala dan Cacil ke USS bisa dari siang sampe tutup aja. Dan memang cukup, dan puas juga.

  
yah kan narsis

Pulang dari USS kita makan malem di Spize
sesuai rekomendasi dari Cacil  dan sodaranya yang sering kesitu demi makan Roti John Mutton dan Ice Lychee nya. Karena jujur nyari makan di Singapura itu susah-susah gampang, apalagi nyari yang halal dan murah. Spize ini terkenal di kalangan mahasiswa Indo di Singapore. Menunya banyak, buka dari sore kayaknya dan kalo udah malem bangku-bangkunya sampe ke trotoar! Kita makan sampe kekenyangan.. abis itu pulang naik MRT terakhir.
 

DAY 3

Karena sorenya kita udah harus ada di Changi untuk penerbangan malam pulang ke Jakarta,
hari ketiga kita jadwalnya untuk ke Red Dot Museum, yang awalnya dijadwalkan pas hari pertama tapi kita kelupaan bahwa Red Dot Museum tutup hari Rabu dan Kamis. Hiks. Batal deh. Kita juga menyempatkan diri ke Merlion *soalnya ga afdol kalo ke Singapore belom foto disitu katanya.

Rencana kita selanjutnya adalah makan di Hawker Stall Area terkenal di Maxwell Road yang ternyata lagi renov juga. Akhirnya kita main ke National Museum of Singapore. *inget untuk bawa Kartu Pelajar karena yang dengan kartu ini ada benefit di beberapa tempat, termasuk ke Museum ini include Pameran-pameran yang lagi digelar.





Setelah kelar menjelajah museum, kami mau cari makan, sesuai info yang didapat Hawker Stall terkenal lain berada di Chinatown *tapi entah mengapa makan siang pada waktu itu kebanyakan stall tutup :( 


dan kami pun kebingungan mau makan apa. Akhirnya setelah muter2 Chinatown sambil liat-liat, dan desperate karena ga nemu tempat makan yang sreg, kita memutuskan untuk balik dulu ke Hostel, ambil ransel, baru cari makan dan langsung ke Changi Airport. Karena dari Chinatown ke Hostel di Clarke Quay cuma 1 station akhirnya kita jalan kaki, sebenernya ga jauh-jauh banget, tapi TERIK nya itu lhooo.  Terlampau lapar, kami pun langsung menghampiri station MRT Clarke Quay dan cari makan apapun yang ada disitu, TIPS: Ternyata, basement station MRT itu surgaaaa makanan. Foodcourt gede banget dengan berbagai pilihan makanan yang enak-enak. Tapi pas makan siang rame sama orang-orang kantor makan siang. Kalo bingung mau makan apa, coba cari di stasiun MRT yang biasanya terintegrasi sama gedung pertokoan.

BYEEE WOKE HOME CAPSULE HOSTEL
 


Changi Airport gede banget dan ada apa aja. Waktu itu kita ngambil buku guide Changi, dan memutuskan untuk liat Sunflower Garden. Jadi dengan niat walaupun kaki rasanya udah mati rasa karena jalan-jalan terus, kita ke Terminal 3 naik Sky Train buat liat Sunflower Garden trus balik lagi ke Terminal 1.



TIPS:
- Browsing atau riset sebelum jalan. Banyak banget info di internet dan Singapore punya website guide buat tourist. Bahkan aplikasi smartphone. Simpen juga peta jalur MRT di HP just in case gak punya akses internet dan harus memanfaatkan wifi hostel sebaik-baiknya untuk mencatat rute. (Maka itu perlu juga merencanakan destinasi sebelum jalan). Kemampuan baca peta dianjurkan, apalagi kalo gak ada internet dan GPS ga nyala.
- Cek event yang lagi berlangsung di Singapore. Kemarin kita kelewatan Lego Art Show di Museum Art and Science :(
- Singapore punya beberapa hal yang ditawarkan buat turis, silahkan sesuaikan sendiri dengan interest dan budget mau explore apa dan cari review/info mana yang worth it (dengan harganya) mana yang engga. Kayak atraksi-atraksi Singapore Flyer, Garden By The Bay (katanya si bisa dinikmati dengan jalan-jalan disekitarnya aja, gratis ga usah beli tiket masuk), dan wahana-wahana di Sentosa Resort World yang sangat menggiurkan tapi yah lagi-lagi harus disesuaikan dengan budget.


SEKIAN CATPERPEN KALI INI. SEE YAAAA


Sabtu, 14 Januari 2012

BACKPACKING Tips - Bali, Lombok, Komodo

Just my 2 cents, TIPS backpacking ala solo traveller wannabe bolang bonek bosenan boboho,
*semua ini cuma berdasar pengalaman saya, jangan diikutin semua, kenapa? karena kalo ketauan guru dikasih nilai 0! hehe jajaja? yus.

Bawa ransel/backpack! Ransel akan selalu menang deh pokoknya. Usahakan muat dan bawa 1 ransel aja, bahkan siapin space kosong buat bawa oleh-oleh sekedarnya. Dengan ransel di punggung, kedua tangan bebas ngapain aja.

Pakailah celana/kaos yang ada kantongnya, coba liat-liat kaos RUMBA, *promosi boleh dong :p supaya meringankan bawaan seperti korek dan rokok bagi yang ngerokok, atau HP, kunci hotel, dsb.



Untuk daerah tertentu, ada beberapa sinyal provider yang belum masuk, jadi sim card provider tertentu gak bisa dipake atau bisa dipake tapi sinyalnya agak jelek. Saya sarankan beli dan aktifkan 1 nomor Telkomsel, kartu AS, karena kalo udah mencapai penggunaan tertentu nomor itu akan terus aktif, gak pake masa tenggang/masa aktif dan simpen nomornya buat travelling selanjutnya. Anggaplah investasi travelling dan sebut saja nomor travelling :p

”I’m travelling now, contact to my travelling number” Ah gaya abes.

Jangan lupa lapisin, lapiskan, kue lapis, ransel. Maksudnya sebelum masukin barang-barang kita, masukin dulu kantong plastik seukuran ransel, baru masukin barang-barang kita kedalamnya. Jadi kalo kena air, keujanan, disiram orang, diceburin, dan sebagainya barang-barang kita yang didalem tas aman dan gak basah. Kalo cuma pake rain cover kan bisa rembes dari badan kita.. Kalo udah dilapisin plastik begini kan paling ranselnya aja yang basah, tapi dalemnya aman.

Untuk peralatan mandi dan obat-obatan saya taro didalem sebuah plastik, bukan pouch. Kan fungsinya sama aja. Tujuannya si ngirit tempat aja.

Siapin satu plastik untuk naro pakaian kotor.

Bawa biskuit untuk ganjel perut kalo laper. Buat yang punya maag akut kayak saya, makan tiap 2 jam, dikit-dikit aja, yang penting perut diganjel. Biskuit rekomendasi saya BISKUAT susu.


------------------------
TIPS PENTING SOAL UANG DAN KEAMANANNYA

Belajarlah dari kesalahan saya, huhu
Menggantung dompet dileher pake tali bukanlah hal yang baik dan benar karena beresiko jatoh! Pakailah money belt. Bentuknya kayak gini,


Tas badan yang dipake di badan sebelum pake baju. Aman seaman-amannya karena bentuknya dan cara pakainya yang gak mungkin lepas kalo gak dilepasin. Nah biar gak ribet, ya itu tadi, siapin uang secukupnya sebelum kita keluar dari penginapan dan melakukan perjalanan. Jangan bawa uang cash banyak-banyak kalo tempat tujuan kita punya ATM. Bawa uang pun taronya dipisah-pisah di beberapa tempat.

Scan semua kartu identitas, KTP, Paspor, dan surat-surat penting dan simpen file di Google Docs (buat yang belum tau apa itu Google Docs, googling ya) jadi bisa diakses kapan aja selama ada internet. Selain itu, fotokopi beberapa kali, simpen satu di tas, satu di dompet, dan ditempat-tempat yang sekiranya dibutuhkan.

Jangan bawa gadget dan HP yang terlalu mahal atau what so called smartphone tapi sinyalnya sama aja begonya. Gak reliable banget. Siapin 1 HP yang bisa nelpon dan sms dan pasti bisa diandalkan, gak dikit-dikit keluar jam pasir :p

Beli gembok kecil biasanya dikasih 2 kunci. Kasih gantungan di kunci, soalnya kuncinya kecil banget. Simpen yang 1 di money belt (dompet) dan satu lagi kalo bisa dikalungin aja, tapi yang kuat iketannya.

Atau pake gembok yang kombinasi angka. Asal jangan lupa aja.

Jangan lupa berdoa, minta restu dan doa dari orang tua, keluarga, teman setiap saat.

COBA hal baru setiap ada kesempatan. Cobain makanan khas setempat, cobain salah satu cara hidup warga lokal, bertemen sama mereka. Be nice to people and they’ll be nice to you too. Maksudnya disini itu ramah, murah senyum, jangan sombong, liat-liat situasi dan ikuti kata hati aja kapan harus bersikap. Misalnya diajak ngobrol sama strangers, you know the limit and when it’s time to stop the conversation, abis itu pamit dengan sopan aja. 

Terakhir, ENJOY EVERY MOMENT OF YOUR JOURNEY namun tetap harus berhati-hati, aware/ eling.

Sekian, semoga usaha saya begadang duduk depan komputer sampe encok bermanfaat bagi kalian semua!*cari Counterpain


BACKPACK Bali - Lombok - Komodo Trip

Sekedar info, share pengalaman dan tips packing kecil-kecilan,

Keseluruhan dari trip Bali – Lombok - sailing Komodo ini, saya cuma bawa 1 ransel dari bahan kanvas. Awalnya saya bawa backpack Deuter 28 liter saya karena saya bawa kamera DSLR, tapi setelah saya pikir-pikir terlalu riskan kalo saya bawa-bawa DSLR *dan saya belum tau medannya. Jadilah saya pulangkan si Bello beserta baju-baju yang udah gak dipake dan yang belum kering, semua masuk ke backpack 28liter saya dan diterbangkan ke Jakarta duluan bersama kakak-kakak saya. Packing menuju trip selanjutnya pagi-pagi jam 4, baju pada belum kering, alhasil muat di ransel Baggu canvas saya ini. Yasudah, makin ringan bawaannya kan makin asik. Jadilah saya selama trip sailing dan trip di Lombok cuci baju dan jemur tiap hari dikamar hoho baju saya juga kalo diperhatiin itu-itu aja :p yang penting bisa dipake dan dicuci kok walaupun kadang dipake 2 kali baru dicuci!

Total bawaan saya:

Kaos *saya pilih kaos-kaos yang bahannya tipis, lengan pendek, soalnya saya gak suka pake tanktop. Kenapa kriterianya begini? Biar ga boros tempat dan kalo dijemur cepet kering. Total saya bawa 3 kaos dan 1 kaos buntung model kaos Baba merk SWAN (bukan tanktop)

1 buah celana ¾, bagusnya si celana kargo yang ada kantong-kantongnya untuk nyimpen uang atau barang-barang penting tapi ribet kalo dimasukin ke tas. Jadi sebelum jalan keluar penginapan, siapin uang-uang untuk keperluan transport, makan, jajan, masuk tempat-tempat wisata, dll jadi gak perlu buka-buka dompet. Kenapa ¾? Soalnya biar aman, sopan, gak mengundang penjahat. Kenapa gak celana panjang, Cel? Ya biar gaya aja 3/4 :p

1 celana pendek berkaret pinggang, bahan rada parasut-parasut nylon gitu (biar cepet kering dan bisa dilipet-lipet ampe kecil). Kenapa karet Cel? Ya biar bisa melar, siapa tau travelling bikin perut buncit :p

1 celana pendek untuk tidur dan kegiatan sehari-hari.

1 set bikini dan celana renang (fyi, celana renang saya terbang pas dijemur di kapal, pastikan pakaian Anda dijepit pake jepitan jemuran! Soalnya tiba-tiba angin dateng dan menghempas celana renang saya itu huhu

4 pasang pakaian dalam, Bra gak terlalu kepake karena namanya mantai ya pake bikini aja terus buat jadi daleman. Bikini juga cepet kering kok, jadi bisa cuci-kering-pake lagi.

1 buah kemeja/luaran bahan nylon (Untuk nutupin diri dari panas, atau kalo lagi pengen agak sopan)

1 buah sarung Bali besar (Untuk alas kasur/bantal *siapa tau seprainya jorok/kotor. Alas boboan di pantai)

1 buah sarung Bali agak kecil (Untuk jadi handuk, penutup kalo cuma lagi pake bikini doang trus pengen jalan-jalan, *buat orang-orang yang kurang pede jalan2 pake bikini doang!)

1 buah handuk tangan (Handuk mah gak penting, pake sarung Bali aja, cari yang agak tipis.. nih punya saya, cepet keringnya.)

1 rain cover untuk tas.

1 buah sendal jepit merk Havainas saya yang strap karet sebelah kanan udah putus. Kenapa sebut merk? Karena udah 3 taun saya pake sendal ini kemana-mana, nyaman, dan awet kan? Yah gak sia-sia lah beli mahal-mahal. Terbukti sendal saya kuat dan saya selamet pake sendal ini doang tiap hari, bahkan sampe trekking, hiking *bukan rute berat ya. Cuma ya karena udah tua juga nih sendal karet bawahnya udah mulai aus dan agak licin. Untung kuda-kuda kaki saya kuat nahan kalo trekking turunan :p

 
- Obat-obatan (Untuk obat generik gak usah bawa banyak-banyak, sedikit saja untuk keadaan darurat/ pertolongan pertama, karena kalo abis bisa beli, dimana aja ada selama Anda gak travelling ke pelosok belantara)
-         Promaag
-         Panadol
-         Vicks Vaporub
-   Counterpain (Penting banget buat olesin di badan dan sendi-sendi biar melegakan sakit karena kebanyakan jalan kaki dan gendong ransel)
-         Koyo Salonpas. Ya mirip-miriplah fungsinya sama Counterpain.
-    Tolak Angin cair, wajib hukumnya diminum minimal 1 kali sehari, sebelum memulai aktivitas. Kalo kira-kira butuh boleh diminum lagi. (Ya namanya kita orang Indonesia suka banget masuk angin, gak heran bule nyebutnya ”common cold”, ya demam-demam biasalah haha
-         Minyak angin aromatherapy, sebut merk: SAFE CARE!
Kenapa Safe Care? Wanginya enak dan khasiatnya cukup manjur, wanginya cukup strong dan panas-panas dingin mentholnya berasa banget.


Peralatan mandi, perawatan dan kebersihan tubuh.
-     Sampo dan sabun cair. Saya sarankan bawa sampo yang sachet. Praktis, gak makan tempat. Atau kalo mau beli ditempat dan pilih kemasan yang cukup untuk dipake (kalo bisa pas sampe habis) selama kita menetap di satu tempat. Untuk sabun, saya belum nemu versi sachet si, makanya saya gak bawa sabun, dan gak beli. Gak tau kenapa, rasanya ogah aja beli sabun.
-      Sikat gigi dan pasta gigi. Pasta gigi bawa yang ukuran kecil aja *tapi gak yang sekecil pasta gigi di hotel itu si, itu mah sekali pake abis. Ada kok yang 20ml.


-         Charger, charger Blackberry, charger iPod, charger Nokia.
-        Buku bacaan. Berguna banget untuk dibaca pas perjalanan, pas mau bobo, pas gak ada kerjaan, pas santai-santai di pantai, dan lain-lain.
-        Sunglasses (Jangan bawa yang mahal-mahal kalo gak bisa ngejaganya, kalo iseng nyesek lho, beli aja Rayban Rayban an, kalo ilang ato ketinggalan ya tinggal beli lagi, kecuali situ emang tajir melintir kesamber petir)
-         Sunblock (Punya saya merk ROC SPF 40) saking bagusnya itu sunblock sampe kalo dipake susah diratain dan jadi kayak ada lapisan putih di kulit. Bawa aja yang jenis packaging tube, jangan yang botol. Sedikit space di tas itu berharga banget lho. Sama berharganya sama lahan kosong di Jakarta.


Sekian dulu, masih ada beberapa tips backpacking dari saya, seperti biasa, next post ya!

BUDGET Lombok Komodo Sailing Trip

Buat yang nama budget perjalanan saya, well itung-itungan saya agak kacau karena uang sempet ilang Rp. 800.000-900.000,- itu, (belum tau ceritanya? sila menuju tekape!)

Tapi rough rinciannya:
*Mulai dari Bali ke Lombok (Selama di Bali saya gak keluar uang sepeser pun karena ditanggung sama kakak-kakak saya) *bersyukur punya kakak banyak :p

Belanja bekal perjalanan dan kebutuhan buat perjalanan Bali-Lombok: Rp. 50.000,-
Shuttle bus Bali – Lombok – Bali : Rp. 260.000,-
Bis Langsung Prima Lombok – Bima : Rp. 130.000,-
Bis Bima – Sape : Rp. 20.000,-
Ferry Sape – Labuan Bajo : Rp. 46.000,-
Tour sailing Komodo : Rp. 1550.000,-
Penginapan 4 hari 3 malam Creative Bungalow Gili Trawangan : Rp. 200.000,-
Konsumsi dan lain-lain di Gili Trawangan hari pertama: Rp. 50.000,-
Sewa sepeda di Gili Trawangan : Rp. 50.000,-
Paket Snorkeling 3 Gilis : Rp. 75.000,- (Harga normal Rp. 100.000,-)
Makan di Gili Air (Tammy’s) hari kedua : Rp. 50.000,-
Boat dari Gili T – Bangsal : Rp. 10.000,-
Penginapan 3 hari 2 malam Elen Hotel Senggigi : Rp. 200.000,-
Konsumsi dan lain-lain di Senggigi : Rp. 60.000,-
Penginapan  2 hari 1 malam Puri Rama Legian: Rp. 100.000,-
Makan malam di Poppies Legian : Rp. 30.000,-
Makan pagi di Legian : Rp. 30.000,-
Belanja di Krisna + Starbucks Airport: Rp. 100.000,-
Ojek dari Legian + Airport Tax : Rp. 100.000,-
PopMie + Aqua di Pesawat : Rp. 20.000,-
DAMRI : Rp. 20.000,-


Total Rp. 3.151.000,- 

Tiket Jakarta – Bali PP : Rp. 1.000.000,- bukan tiket promo plus nambah biaya ganti schedule flight pulang, plus nambah selisih harganya.

*Sisanya kalo gak saya tulis biaya makan, minum-minum di bar/cafe, biaya transport, sewa motor/kendaraan pribadi, itu berarti saya dibayarin. Beruntung kenalan dan bertemen sama orang-orang baru. Temen-temen lokal saya di Lombok, Arie, Kadek, Ketut, dan Keluarga si Vivi yang doyan banget ngebayarin saya dan 2 roommates bule saya itu. Sampe-sampe saya harus duluan bayar biar gak keburu dibayarin mereka.
 Zillion thanks to you guys!

Apa yang kalian kasih ke saya berharga lebih dari uang saya yang ilang, bukan nominalnya, tapi kebersamaan, perhatian, pertemanan, dan kekeluargaannya.

I’ll see you guys next trip! :)

Jumat, 13 Januari 2012

DAY 14 Senggigi, Bali, Jakarta

Day 14

Senggigi, Bali, Jakarta, Home!
Saya harus balik ke Bali karena flight pulang saya ke Jakarta dari Bali (Kenapa? Karena tiketnya udah kebeli duluan, itu aja saya harusnya pulang bareng kakak-kakak tanggal 19 November, tapi saya mundurin jadi tanggal 30 November. Saya kembali menempuh perjalanan darat dengan naik shuttle bus dari Senggigi jam 10 pagi dan sampe di kuta jam 8 malem! Dang! What a day! Sedih juga rasanya ninggalin Lombok dan teman-teman baru saya (Arie, Kadek, Ketut)

Foto terakhir meninggalkan Lombok :'(
(It's kinda strange, but Lombok feels like home to me, maybe someday I'll live there :D)

Seharian cuma abis dijalan didalem bis! Pas sampe saya langsung cari penginapan di sekitar Poppies, tapi karena disorientasi arah dan saya gak tau Poppies itu gangnya tepatnya yang mana, akhirnya saya masuk aja ke jalan pas disebelah kiri monumen Bom Bali dan ternyata diketahui belakangan itu bukan Poppies tapi jalan Legian aja! Anyway, saya langsung coba masuk ke penginapan pertama yang saya liat, namanya Puri Rama, wah kayaknya mahal nih soalnya tempatnya semacam 1 kompleks dengan banyak rumah-rumah khas Bali (mirip Pura, mungkin karena itu namanya Puri, lol). Saya tanya diruangan resepsionisnya, seorang Bapak-bapak badannya gede dan perawakannya rapi. Saya tanya semalem berapa? Dia bilang Rp. 250.000,- kalo gak salah. Saya tanya aja kalo saya kan check in jam 8 malem harganya tetep segitu? Saya minta aja yang Rp. 100.000,-, dia bilang ada tapi diujung. Saya yaudah aja, pasrah, udah males nyari yang penting Rp. 100.000,-

Click gambar untuk liat review tentang Puri Rama

Dan ternyata, diluar ekspektasi! Kamarnya bagus, single bedroom, ber AC, dan ada air panas! Selama 10 hari baru sekarang ketemu kamar ber AC dan kamar mandi ada air panasnya. Terimakasih Tuhan Yesus Haleluya! :D
Langsung gak saya sia-siakan kesempatan ini, mandi sebersih-bersihnya!
Abis mandi saya cari makan sambil jalan, dan taunya kebawa arus masuk ke Poppies. Abis makan, saya mau balik ke Puri Rama, tapi taunya malah nyasar sampe ke Legian Ujung satunya. Jadinya saya jalan kaki sepanjang jalan Legian lhoooo. Mayan. Manyun.

Sempet2in foto dulu sebelum pulang *gini nasib solo traveller ye

Besok paginya sebelum ke airport, saya sewa ojek ke toko oleh-oleh terbesar di Bali, namanya Krisna. Ya kalo mau beli oleh-oleh khas Bali dan gak mau kena ’getok’ kalo belanja di pasar yang sistem harganya gak fixed price, mending kesini. Lengkap banget, rapi, dan gak ribet mesti nawar.

Setelah itu saya ke bandara, check in 2 jam sebelum flight *ah penumpang yang taat. Soalnya kalo check in cepet saya bisa milih seat. Trus gak keburu-buru, aman tentram nunggu sambil bobo-bobo di airport. Sampe di Soekarno Hatta saya cari DAMRI arah Pasar Minggu. 1 jam kemudian datenglah itu DAMRI. Ternyata udah penuh, tapi saya tetep naik karena males nunggu lagi. Saya bilang ke supir minta turunin di Kompleks AURI TRILOKA trus nyari tempat duduk, sampe belakang gak ada tempat duduk, akhirnya saya duduk aja di tangga deket pintu bis, eh ada bapak-bapak ikutan duduk juga. Sama kenek bisnya saya dikasih koran buat alas. Pas udah mau sampe saya jalan kedepan trus bilang lagi ke supir dan keneknya, ”Pak, di triloka ya”, si Bapak: ”Iya neng, ampe ke depan segala”, Saya: ”Iya, daripada Bapak lupa”, Kenek: ”haha sukurin, bener juga neng!”

Buat yang nama budget perjalanan saya, silahkan click sini atau button newer post!

DAY 13 Senggigi Lombok (Part 2)

DAY 13

Senggigi, Lombok.
Hari ini saya kunjungan ke tempat kerja si Ketut (temen dari tur saya, orang lombok), produsen dan eksportir gerabah. Ketut juga ngambilin gerabah buat saya. 



Kemudian saya, Arie, Kadek dan 2 orang temennya ketemuan dan main ke Pacific Villa Senggigi (Sebenernya Pacific itu hotel/villa dengan view pantai, tapi karena tempatnya rada terbuka jadi kita kesana nongkrong dipantai dan kalo disamperin mas-masnya kita pesen kentang goreng aja 1 biji *karena disitu ada restorannya juga. Si temennya Kadek tiba-tiba ngajak ke MARINA nonton live band, akhirnya kita kabuuuurrrrr sebelum makanannya dateng. Maaf ya mas.

Sampe disana saya nontonin live band yang kadang bawain Top 40, eh tiba-tiba ada lagunya Seventeen, Lyla, dll karena rupanya ada om-om yang nyawer pake duit Rp. 50.000,-an kiwir-kiwir - rekuesnya lagu Indonesia. Ga lama kemudian keluarlah para sexy dancer dari balik tiang, eh dari balik bilik deng, si om pun terlihat melakukan negosiasi dengan yang nampaknya adalah ”mami”nya anak-anak, ciye, akhirnya pas sesi break, si om disamperin sama salah dua dari dancer dan nego lagi kali ya? Di sesi ketiga si om udah gandeng-gandeng, rangkul-rangkul ajaaaa.. UDAH DEAL~ lol


Ni dia bandnya, maap burem, remang-remang disana :p

Saya pun pulang sekitar jam 2 setelah puas ngeliatin dan ngetawain si Om sombong, sampe sebelum tidur saya masih mikirin gimana itu nasib anak istri si Om dirumah?


DAY 12 Senggigi Lombok

DAY 12

Senggigi, Lombok.
Hari ini saya harus naik kapal umum jam 10 pagi dari dermaga Gili Trawangan untuk balik ke pelabuhan Bangsal. Untung si Arie (temen tur) mau jemput di Bangsal. Saya emang udah rencana menghabiskan 3 hari 2 malam di Senggigi. Disana saya nginep di Elen Hotel karena menurut rekomendasi ini yg paling bagus dengan harga segitu.


Hari pertama saya di Senggigi, saya sama Arie jalan ke pantai Senggigi,


abis itu copy foto dari kamera Arie di kantornya di jalan raya Senggigi, kita nunggu Ketut sama Kadek dateng trus nongkrong di tebing pinggir pantai.




Theme song: ~I wanna fly like a bird~... :p kalo pemandangannya kayak gini dijamin cepet naiknya! lol

Abis itu kita makan di warung pecel Bi' Ni' punya istrinya pak Uki (salah satu staff di tour operator Senggigi) saya diajarin cara makan plecing yang bener, dicampurin bumbu sama kangkungnya pake tangan dan makannya harus pake tangan! Katanya kalo makan plecing kangkung pake sendok garpu kayak Rhoma Irama (saya juga gak ngerti kenapa Bang Haji dibawa-bawa, konon katanya dese pernah ke Lombok dan makan plecing pake sendok garpu *trus satu Lombok langsung heboh kali ya?) Malemnya hujan dan kita gak jadi pergi, padahal saya kepengen liat sunset di Pantai Malimbu. Akhirnya saya istirahat di kamar. Sambil cuci baju dan jemur. *hemat biaya laundry! :p



DAY 11 Gili Trawangan (Part 3)

DAY 11

Gili Trawangan (Gili Islands)
Kami ambil paket snorkeling (yang akan bawa kita snorkeling di tiga wilayah di sekitar Three Gilis - Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno). Kami dapet special price karena tour operatornya dari tur sailing Komodo saya juga. Jam 10 pagi kita ngumpul di dermaga ternyata yang naik itu glass bottom boat nyampe 50 orang lebih dan hampir bule semua, snorkeling massal! Perhentian pertama liat-liat ikan dan koral tapi kok rasanya biasa aja ya *bener banget kata Arie, setelah dari sailing Komodo, snorkeling di Perairan Flores-Sumbawa itu pasti berasa Gili gak ada apa-apanya :p

Setelah itu kita dibawa snorkeling untuk nyari penangkaran penyu bawah laut, dan dibawa snorkeling sekitar 50 meter disuruh ngikutin guide, lalu naik lagi ke kapal dan dibawa ke restoran Tammy’s Neverland (Gili Air) untuk makan siang.





*cuma ini doang menu restoran yang sempet saya foto *mohon maklum biasanya kalap sampe gak sempet moto :p

Venue nya bagus dipinggir pantai, makanannya cukup enak dan porsinya cukup banyak (buat saya) jadi pas abis snorkeling kan cape tuh, harganya juga standar.

Jam 3 sore kapal balik ke Gili T, karena cape saya cuma istirahat aja sekembalinya ke penginapan. Dinner sama keluarga Vivi lagi dan pilihan jatuh ke tempat favorit, yes the hawker stalls! Warung tenda!

Malemnya kita nongkrong di bar di sebelah Irish Bar "Tir Na Nog", saya lupa namanya apa, sampe jam 10an, disusul party di The Harbor *bar baru buka dan lagi grand opening. Sampe jam 1 malem itu band reggae terus, saya si nungguin musik-musik HITS hiphop diputer tapi kok ga mulai-mulai ya? Begitu mulai ternyata musiknya gak asik, mungkin sesuai sama bar nya bar baru, DJ nya juga DJ baru kali :p
Jam 2 lebih saya balik ke penginapan, kentang. Tidur.


DAY 10 Gili Trawangan (Part 2)

DAY 10

Gili Trawangan (Gili Islands)

Besoknya pagi-pagi saya udah bangun. Karena saya pikir cara paling gampang keliling pulau adalah pake sepeda, saya sewa sepeda didepan Creative Bungalow, temennya si Pak Tatang. Rp. 50.000 sampe besok jam 11 pagi. Saya sepedaan keliling, lumayan susah awalnya soalnya jalanannya ada yg pasir2 dan banyak CIDOMO alias delman wara-wiri.


Karena rada disorientasi arah, dari ujung barat ke timur saya kok gak nemu penginapan saya? Akhirnya saya brenti untuk duduk-duduk di pantai sambil baca buku dan nulis.

Here I am, lost, in a fartest beach along Gili Trawangan, alone.

Mungkin bule-bule yang lewat pada bingung kali ya liat saya sendirian, boboan di pantai tapi dibawah pohon (gak sunbathing) pake baju dan bukan bikinian, mungkin mereka pikir saya terdampar, mana ada perahu jukung lagi parkir dideket situ. Btw, saya sampe sini naik sepeda dan sepedanya saya tinggal dijalan, semoga gak ilang. Tapi emang katanya disini aman, turis tuh dilindungi dsb dsb.

Sepanjang jalan yang saya liat disini, penginapan mulai dari homestay, losmen, hotel, villa, bungalow, cottage, lalu toko, restoran, cafe, bar, dive shop, snorkeling trip shop, toko makanan minuman rokok, toko baju, toko souvenir, toko kelontong, warnet, penyewaan sepeda, dll. 

"I feel like Lenny Kravitz in Bahama. I always need a time of my own, being alone like right now, away from the crowd., just enjoy everything without have to worry about anything. Sometimes I feel like I’m lost and in a time I don’t know what to do, but then I just decided to do nothing."

"Some said, if you hold the sands so hard it will fall off your hand. I tried it here. That statement isnot solid, I grabbed a palm of sands, and squeeze it hard. At first it did fall off my hand at some certain amount but when it comes to the right amount it’ll still in your hand even if you shake it. Just like life, blessings. So hold on to it friends, but remember it should be  the right amount."


Saya juga nulis beberapa TIPS sbb:
Cari penginapan. Harga relatif disesuaikan dengan kriteria aja. Ada harga ada kualitas, jangan ngarep dapet yang cakep kalo harganya murah. Jangan bawel dan tetap hargai ’penjual’, banyak senyum dan ngobrol sama mereka karena saking banyaknya bule disini mereka sampe agak apatis karena bule suka bawel, maunya murah tapi mau macem-macem fasilitasnya. Jadi kalo sama orang lokal mereka biasanya baik dan ramah.

Jangan sewa sepeda, mending jalan kaki. Lebih sehat, latihan biar kaki kuat, gampang ngindarin cidomo, atau sekalian aja  naik cidomo kalo mau keliling liat pulau. Sewa sepeda tergolong mahal dan kadang jadi repot mesti parkir bawa pulang sepeda dll, selain itu, selangkangan sakit bos kelamaan naik sepeda :p
Lalu, kalo naik sepeda jadi suka gak ngeh sama tempat2nya, kelewatan/kelupaan, susah cari tempat. (apa emang saya aja yang buta jalan ya?)


Sore nya saya balik ke penginapan, siap-siap dinner sama keluarga Vivi, trus nongkrong nyobain bar namanya Blue Marine Ocean atau apa gitu, setelah minum-minum kecil saya dan Rudy (temen tur) nyamperin roommates saya di Rudy’s Pub, party baru mau mulai eh si Laura sakit dan mereka balik ke kamar, tidur duluan. Saya juga gak lama sukses jackpot dijalan, pulang ke penginapan, dan tidur setelah pusing ilang karena dioles minyak angin aromatherapy Safe Care! *Bukan yang Agnes Monica, bukan yang Ayu Ting-ting! :)

DAY 9 Gili Trawangan (Part 1)

DAY 9

Dari Gili Bola kita lanjut berlayar sampe Labuan Lombok.

-End of tour-

Sampe di Labuan Lombok udah siang dan lanjut dianter sama tur ke Pelabuhan Bangsal untuk nyebrang ke Gili Trawangan. Arie, Kadek, dan Ketut balik ke rumah masing-masing di Lombok. Saya, Shioban dan Laura, dan Vivi and Family naik kapal penyebrangan ke Gili. As foreigner tourist said, Bangsal Harbor fill with tout and scammer. Kalo bule dipaksa naik boat yang mahal padahal harusnya cuma Rp. 10.000,- untungnya Ko Nicholas bilang kita rombongan dan udah beli tiket untuk si Shioban dan Laura (temen tur asal Irlandia)

Sampailah kami di GILI TRAWANGAN! 


Sesampainya saya di Gili T, bingung juga karena belum nemu penginapan. Rencananya adalah ngecek Wahyu Inn tempat temen saya pernah nginep dulu, atau mencoba ngubungin temen saya dari couchsurfing yang rencananya mau dateng ke Gili juga, tapi saya butuh koneksi internet jadi saya nyari warnet dulu. Si Shioban sama Laura juga luntang-luntung. Mereka juga mau ngecek kabar dari temennya yang rencananya dari Bali mau ke Gili. Akhirnya saya gak dapet kabar apa-apa, dan temen mereka gak jadi ke Gili.

Senasib seperjuangan, kita mulai keliling nyari penginapan. Saya gak masalah kalo tempatnya rada masuk jauh kedalem, soalnya udah biasa jalan kaki. Tapi pasangan duet saya ini gak mau. Akhinya puter-puter dan liat sana-sini, pilihan jatuh kepada Creative Bungalow. Baca pengalaman saya nyobain Crative Bungalow disini ya.

Click the pic to see Creative Bungalow

Abis itu saya ke warnet di depan Creative Bungalow. Mau tau gak per jam nya berapa? Rp 25.000! Akhirnya saya buru-buru dan cuma 10 menit disana. Abis itu saya menghabiskan waktu istirahat dikamar dan keluar makan malem bareng Vivi and Family di tenda-tenda di lapangan seberang pelabuhan yang kalo malem berubah jadi warung tenda dengan makanan favorit pecel lele, pecel ayam, ikan goreng, dll

Buat yang mau hemat, ya makan malem disini aja, 1 porsi makanan 10-20 ribu, kenyaaang!
Setelah itu saya balik ke kamar dan tidur. Sementara roommates Irish saya siap-siap hangout ke bar dan party malemnya. Mereka baru balik jam 5 pagi kayaknya.